Ayurveda di Zaman Modern

Ayurveda di Zaman Modern

Ayurveda dikenal sebagai salah satu pengobatan tertua di dunia menurut World Health Organization (WHO). India merupakan negara yang menjadi asal muasal ayurveda yang saat ini secara bertahap penyebarannya hingga ke seluruh penjuru dunia. Ayurveda sendiri tidak hanya mengobati penyakit, tetapi juga membantu manusia dalam menjaga kesehatan dengan memelihara keseimbangan pikiran, raga, dan spiritual. Hal ini yang membuat pengobatan ayurveda masih terjaga eksistensinya di zaman modern ini.

Zaman modern erat dengan perkembangan teknologi yang pesat. Hal ini tidak menjadikan ayurveda dipandang sebagai pengobatan yang tertinggal. Justru dengan zaman yang serba modern, manusia cenderung memilih untuk back to the nature. Obat-obatan herbal kerap menjadi pilihan bagi banyak masyarakat. Selain kecilnya kemungkinan efek samping jangka panjang, khasiat obat herbal pun tidak kalah dengan obat-obatan modern.

Seiring berkembangnya zaman, teknologi canggih sering dimanfaatkan dalam praktek pengobatan baik itu modern ataupun tradisional seperti ayurveda. Tidak hanya membantu dalam mempermudah proses pengobatan, tetapi juga memberi manfaat dalam meningkatkan tingkat keakuratan. Sudah bukan menjadi hal baru jika dalam kedokteran modern menggunakan alat canggih. Teknologi juga mengambil peran dalam membantu proses pengobatan di ayurveda. Seperti halnya dahulu kala manusia membuat obat-obatan herbal secara tradisional dengan cara menumbuk menggunakan alat tumbukan. Sekarang karena telah ditemukannya alat canggih seperti alat ekstraksi, dan lainnya membuat proses pembuatan obat ayurveda lebih cepat dan efisien.

Sumber: Ayurvedic Pharma Companies

Central Council for Research in Ayurveda and Siddha (CCRAS) merupakan sebuah badan otonom dari Kementerian Ayurveda, Yoga & Naturopathy, Unani, Siddha and Homeopathy (AYUSH) pemerintah India. Badan CCRAS tersebut bekerja sama dengan para peniliti serta praktisi ayurveda untuk meneliti dan mengembangkan ayurveda tanpa menghilangkan dasar fundamental dari konsep pengobatan ayurveda. Contoh, sebuah alat test flokulasi serum darah atau a blood serum flocculation test telah dikembangkan untuk pemilihan obat ayurveda yang cocok bagi serum darah pasien. Penemuan dan pengembangan seperti ini juga yang lainnya membuat eksistensi ayurveda masih bertahan di zaman modern ini.

Manfaat yang ditawarkan oleh konsep pengobatan ayurveda sangatlah banyak dan menarik. Mengingat bahwa dalam ayurveda mengenal energi fungsional tubuh atau dikenal dengan tri dosha. Terdiri dari Vata dosha (elemen angin dan elemen angkasa), Pitta dosha (elemen api dan elemen air), dan Kapha dosha (elemen tanah dan elemen air). Menurut ayurveda, seorang individu dikatakan tidak sehat jika terjadi ketidak harmonisan tri dosha dalam tubuh. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita menjaga keseimbangan dari Tri dosha. 

Ketidak harmonisan tri dosha bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pola makan. Penyebab timbulnya suatu penyakit adalah salah satunya pola makan yang salah dan tidak sehat. Tidak sedikit penyakit yang berasal dari pola makan tidak sehat. Masyarakat indonesia sudah mulai mengenali pola makan sehat. Ini dibuktikan dengan survei yang dilakukan oleh Nielsen’s New Global Health and Ingredient-Sentiment Survey secara daring dan dipublikasikan pada 6 September 2016. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, diketahui kini delapan dari sepuluh responden atau 80 persen mengaku mengikuti aturan diet yang membatasi atau melarang konsumsi makanan atau minuman tertentu. Salah satu pendorong lain yang sejalan pola diet sehat ini adalah akan semakin banyaknya syndrome metabolik akibat gaya hidup tak sehat seperti obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskular. Sebesar 70 persen responden mengaku mereka menjalani diet untuk menghindari berbagai penyakit mematikan tersebut (Endro, 2016).

Ahara Vidhi-Vidhana

Dalam ayurveda disebutkan konsep pola diet sehat yang disebut dengan “Ahara Vidhi-Vidhana”. Berikut 10 peraturan untuk mengkonsumsi makanan menurut ayurveda:

  1. Makanan yang ingin dikonsumsi harus dalam keadaan hangat
  2. Makanan yang ingin dikonsumsi harus mengandung minyak (tapi tidak terlalu berlebihan)
  3. Makanan harus dalam porsi yang sesuai
  4. Mengkonsumsi makanan hendaknya setelah makanan sebelumnya sudah tercerna dengan baik
  5. Mengkonsumsi makanan yang tidak memiliki potensi yang berlawanan (Virudhaahar), contoh Virudhaahar: ikan dan susu
  6. Mengkonsumsi makanan di tempat yang layak/sesuai, contoh: tempat yang bersih
  7. Mengkonsumsi makanan dengan tidak tergesa-gesa
  8. Mengkonsumsi makanan dengan tidak terlalu lambat
  9. Mengkonsumsi makanan dengan penuh konsentrasi
  10. Mengkonsumsi makanan dengan yakin/percaya diri

Berbagai manfaat kesehatan yang dirasakan setelah mempelajari Ayurveda membuat ilmu ini masih tetap eksis hingga sekarang. Sesuai dengan arti dari kata Ayurveda yaitu science of life. Walaupun zaman sudah berkembang, tetapi konsep dari pengobatan ayurveda masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini membuktikan pengobatan ayurveda tak lekang dimakan waktu.

Referensi

Dash, Bhagwan dan R.K. Sharma. 2013. Agniveśa’s Caraka Saṃhitā (Text with English Translation and Critical Exposition Based on Cakrapāṇi Datta’s Āyurveda Dīpikā). Varanasi: Chowkhamba Sanskrit Series Office.

Endro priherdityo. 2016. Survei: Masyarakat Indonesia Mulai Sadar Makanan Sehat. www.cnnindonesia.com diakses pada tanggal 19 December 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *