Pendidikan Ayurveda

Pendidikan Ayurveda

Ayurveda adalah metode kesehatan tradisional asal India yang sudah ada sejak dari ribuan  tahun yang lalu. Ayurveda percaya bahwa penyakit muncul karena adanya ketidakharmonisan sistem didalam tubuh manusia. Didalam konsep Ayurveda penyembuhan penyakit dilakukan dengan cara menyeimbangkan kembali sistem tubuh dengaan menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari alam. Ilmu Ayurveda  kaya akan konsep “back to the nature” nya yang akan bermanfaat untuk kita pelajari lebih dalam langsung dari referensi klasiknya.

Sumber: Shri Maulivishwa Ayurvedic Centre

Pendidikan Ayurveda:

            Di Indonesia pendidikan Ayurveda belum menjadi jurusan akademis yang umum. Hanya ada satu Fakultas Ayurveda di Indonesia yaitu di Universitas Hindu Indonesia (UNHI). Pendidikan Ayurveda sudah sangat terkenal di negara seperti India, Nepal, Srilaka dll. Di India Ayurveda bahkan dimasukan dalam kategori pendidikan Kedokteran Tradisional. Lulusan S1 nantinya akan menyandang gelar BAMS (Bachelor Ayurvedic Medicine and Surgery), S2 (Medical Degree) atau MS(ayu) (Master in Surgery), dan untuk S3 akan menyandang gelar PhD (Doctor of Philosophy). Selain itu juga tersedia berbagai macam pelatihan singkat bersertifikat untuk Ayurveda yang berdurasi 1 bulan hingga 1 tahun.

            Kedokteran Ayurveda India dibawahi oleh Kementrian AYUSH (Ayurveda,Yoga dan Naturopathy, Unani, Siddha, Homeopathy) yang juga diatur dalam badan hukum yang bernama CCIM (Central Council of Indian Medicine) dimana durasi pendidikan untuk jenjang S1 yaitu 5,5 tahun sudah termasuk 4,5 tahun masa belajar dan 1 tahun magang (9 bulan untuk rumah sakit ayurveda dan 3 bulan di rumah sakit umum),  dan untuk durasi jenjang S2 dan S3 yaitu masing-masing 3 tahun masa perkuliahan. Pada masa belajarnya mahasiswa tidak hanya saja mempelajari  ilmu kedokteran klasik  Ayurveda tetapi mahasiswa juga diberikan ilmu kedokteran modern. Untuk jenjang S1 berbagai macam ilmu kedokteran Ayurveda yang akan dipelajari oleh mahasiswa antara lain:

Untuk tahun pertama (durasi belajar 1 tahun) para mahasiswa akan mempelajari 5 mata kuliah diantaranya:

  1. Bahasa Sansekerta
  2. Astanga Hrdaya (Kitab Klasik Ayurveda)
  3. Padartha Vigyan (Filosofi Dasar Ayurveda)
  4. Rachana Sharira (Anatomi Tubuh Manusia)
  5. Kriya Sharira (Fisiologi Tubuh Manusia)

Untuk tahun kedua (durasi belajar 1 tahun) para mahasiswa akan mempelajari 4 mata kuliah diantaranya:

  1. Dravya guna (Ilmu tentang sumber herbal dan hewan)
  2. Rasa Sastra dan Bhaisajya Kalpana (Ilmu yang membahas sumber metal dan mineral dan juga Farmakologi)
  3. Roga Nidana (Ilmu mendetail tentang Penyakit)
  4. Charaka Samhita (Kitab Klasik Ayurveda)

Untuk tahun ketiga (durasi belajar 1 tahun) para mahasiswa akan mempelajari 5 mata kuliah diantaranya:

  1. Bala Roga (Ilmu Kesehatan Anak)
  2. Agada tantra (Ilmu Toksikologi)
  3. Stri roga dan Prasuti Tantra (Ilmu Ginekologi dan Obstetri)
  4. Charaka Samhita (Kitab Klasik Ayurveda)
  5. Swasthavritta (Ilmu Kesehatan Masyarakat)

Untuk tahun keempat (durasi belajar 1,5 tahun) para mahasiswa akan mempelajari 5 mata kuliah diantaranya:

  1. Shalakya Tantra (Ilmu Penyakit Mata dan THT)
  2. Shalya Tantra   (Ilmu Bedah)
  3. Kaya Chikitsa (Ilmu Penyakit secara Umum)
  4. Panchakarma (Terapi Detoksifikasi Sistem Tubuh)
  5. Research Methodology (Metodologi Penelitian)

Setelah nantinya mahasiswa lulus pada ujian akhir maka mereka wajib untuk melaksanakan magang (co-asst) selama 1 tahun dirumah sakit yang sudah ditentukan pihak kampus. Untuk jenjang S2 dan S3 mahasiswa akan masuk pada penjurusan (spesialisasi jurusan).

            Di India sampai saat ini terdaftar total 247 kampus Ayurveda (swasta dan negeri) yang tersebar di seluruh India menurut CCIM india, contohnya Gujarat Ayurved University di Gujarat, ALN Rao Memorial Ayurvedic Medical College di Karnataka, Chaudary Brahm Prakash Ayurved Charak Sansthan di New Delhi, dll. Total mahasiswa baru yang diterima per-tahunnya berbagai macam jumlahnya dari satu kampus dengan kampus lainnya sesuai dengan kapasitas kampus tersebut. Beberapa kampus di India tidak hanya menerima mahasiswa lokal namun mereka juga menerima mahasiswa asing dari berbagai belahan negara di dunia. Hanya saja kuota yang tersedia untuk mahasiswa asing tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan mahasiswa India.

Biaya Pendidikan dan Persyaratan

Biaya pendidikan untuk kedokteran Ayurveda di India untuk mahasiswa lokal dan mahasiswa asing berbeda-beda, tentu saja mahasiswa asing harus membayar biaya perkuliahan yang lebih mahal dari siswa lokal pada umumnya. Mahasiwa asing selain bisa membiayai kuliah dengan uang pribadi mereka juga dapat memaksimalkan bantuan beasiswa dari beberapa lembaga yang biasanya menawarkan beasiswa dari Pemerintah India itu sendiri contohnya beasiswa dari pihak ICCR (Indian Council for Cultural Relation) yang mana Indonesia mendapatkan jatah 20 mahasiswa baru per-tahunnya. Dari Pemerintah Indonesia sendiri juga memberikan beasiswa yang dapat diproleh dari Kementrian Agama Republik Indonesia. Untuk penerimaan mahasiswa baru pastinya dilakukan secara ketat dimana calon mahasiswa diminta untuk melengkapi beberapa persyaratan diantaranya:

  1. Calon mahasiswa harus berasal dari jurusan IPA dan transkrip nilai dari kelas X, XI, dan  XII yang mana semuanya harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.
  2. Dokumen pribadi seperti kartu keluarga, akte kelahiran, dll yang harus diterjemahkan dalam Bahasa Inggris.
  3. Mengisi formulir pendaftaran secara online maupun offline yang bisa didapatkan di Kedutaan Besar India di Indonesia.
  4. Melengkapi test TOEFL (tidak wajib)
  5. Membuat Paspor dan Visa.
  6. Mempersiapkan fisik dan mental yang kuat.

Mahasiswa yang ingin kuliah melalui jalur beasiswa tidak hanya akan mendapatkan biaya untuk kuliah , akan tetapi mahasiswa juga akan mendapatkan biaya untuk keperluan sehari-hari seperti uang buku dan juga uang saku untuk mahasiswa itu sendiri, hanya saja sistem pembayaran akan berbeda dari satu dengan yang lainnya. Pendidikan kedokteran Ayurveda juga didukung berbagai macam fasilitas penunjang seperti rumah sakit, hostel sebagai akomodasi mahasiswa, baik mahasiswa lokal maupun asing. Selain itu faktor lingkungan juga sangat mendukung bagi mahasiswa, dimana mahasiwa dituntut untuk bisa belajar bahasa lokal setempat yang nantinya akan sangat membantu dalam berkomunikasi dalam sehari-hari dan juga berkomunikasi dengan pasien yang datang ke rumah sakit.

            Untuk saat ini Indonesia memiliki enam dokter Ayurveda dan satu calon dokter yang masih menempuh masa perkuliahan di India. Setelah masa belajar berakhir nantinya lulusan-lulusannya yang berasal dari India ataupun yang berasal dari luar negeri diharapkan dapat membagi ilmu yang didapat kepada masyarakat luas baik domestik maupun global serta mengkolaborasikan ilmunya dengan sistem-sitem kesehatan lainnya yang tersedia diberbagai belahan dunia.

Referensi:

www.ccimindia.org

www.ayush.gov.in

www.iccr.gov.in

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *