ĀYURVEDA DALAM MASA PANDEMI

Ayurveda dalam masa pandemi

Menjelang akhir tahun 2019, dunia dikejutkan dengan berita tentang virus mematikan yang berasal dari China, COVID-19. Lambat laun virus berkembang tidak saja menyebar di negara yang berdekatan dengan negara China tetapi juga seluruh negara di dunia dan menjadi sebuah pandemi besar tahun ini. Pandemi berasal dari bahasa Yunani, Pan (semua) dan Demos (orang), bisa diartikan sebagai wabah yang berjangkit serempak dimana-mana, meliputi daerah geografi yang luas.

Lalu muncul pertanyaan. Apakah Āyurveda memiliki pengetahuan tentang pandemi? Bagaimana Āyurveda menghadapi COVID-19? Bisakah Āyurveda menyembuhkan COVID-19?

Pandemi dalam Āyurveda klasik

Ācharya Caraka dalam Caraka Saṃhitā Sūtrasthāna Bab I: Dīrgham Jīvitīya Adhyaya (Quest of Longevity), membagi penyebab penyakit dalam pandemi menjadi dua kategori, Niyata Hetu dan Aniyata Hetu. Niyata Hetu adalah semua hal yang berasal dari kekuatan alam seperti banjir, gempa, tanah longsor sedangkan Aniyata Hetu adalah faktor yang bisa dihindari misalnya perang, kejahatan, kecelakaan juga parasit.

Pandemi secara lengkap dibahas dalam Caraka Saṃhitā Vimānasthāna Bab III: Janapadodhvaṁsanīya Vimāna (Epidemology). Penyebab pandemi secara umum ada empat, yaitu: Vāyu (udara), Udaka (air), Deśa (tempat) dan Kāla (musim) dengan karakteristiknya masing-masing. Berubahnya keseimbangan ke empat faktor ini bisa mengakibatkan terjadinya penyakit yang menular. Janapadodhvaṁsa sendiri menitikberatkan kepada hancurnya populasi manusia yang memiliki jenis dan karakteristik tubuh yang berbeda, melakukan aktifitas dan mengkonsumsi makanan yang berbeda tetapi berbagi udara, air, musim dan tempat yang sama. Untuk penanganannya selain dengan terapi Pañcakarma yang mendetoksifikasi sistem tubuh, diberikan terapi untuk meningkatkan kekuatan fisik, pemberian nutrisi juga dengan melatih kesadaran spiritual dan mengikuti Dinacaryā (gaya hidup sehari-hari yang baik).

Ācharya Suśruta mengenalkan konsep Maraka atau epidemi dalam Suśruta Saṃhitā Sūtrasthāna Bab VI: Ṛtucaryā Adhyāya (Seasonal regimens). Disaat cuaca atau musim tidak normal yang disebabkan oleh angin, hujan, suhu panas atau dingin, air dan tanaman yang kita konsumsi sebagai makanan akan menjadi tidak normal dan berkualitas buruk. Disaat kita menkonsumsinya, maka akan berdampak negatif pada sistem tubuh dan menimbulkan penyakit baik fisik maupun psikis. Untuk itu, sumber daya alam yang berkualitas baik harus digunakan untuk terapi penyembuhan.

Sedangkan dalam Suśruta Saṃhitā Nidānasthāna Bab V: Kuṣṭha Nidānam (Diagnosis of Leprosy and other skin diseases), Ācharya Suśruta menjelaskan bahwa penyakit menular bisa menyebar dari orang satu ke orang lainnya melalui berbagai jenis penularan, diantaranya Gatrāsamsparsā (kontak fisik), Nihsvāsāt (udara yang dihirup), Sahabhojanāt (Makan dan menggunakan alat makan secara bersama-sama), Sahaśayyāsanāccāpi (berbagi tempat tidur yang sama) dan lainnya.

Āyurveda dalam pandemi COVID-19

Berdasarkan Āyurveda, COVID-19 merupakan penyakit dengan dominasi Vātakapha yang menyerang sistem pernafasan manusia. Untuk itu, penanganan gejala COVID-19 dipusatkan pada peningkatan imunitas juga metabolisme, juga perbaikan kerja sistem pernafasan.

Pemerintah India melalui Ministry of AYUSH (Āyurveda, Yoga dan Naturopathy, Unani, Siddha, Homeopathy) menerbitkan “Ayurveda’s Immunity Boosting Measures for Self Care during COVID-19 Crisis” sebagai panduan peningkatan imunitas mandiri selama menyebarnya COVID-19 , diantaranya:

  • Minum air hangat sepanjang hari.
  • Melaksanakan aktifitas fisik seperti Yogāsana, layihan pernafasan Prāņāyāma dan meditasi setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Menggunakan lebih banyak rempah herbal dalam masakan sehari-hari seperti kunyit, ketumbar dan bawang putih.
  • Meminum rebusan herbal yang terbuat dari daun Basil, kayu manis, merica hitam, jahe kering dan kismis. Diminum hangat 1-2 kali sehari bisa ditambahkan gula merah dan sari lemon segar bila diperlukan.
  • Meminum 150 ml susu sapi segar yang direbus bersama setengah sendok teh bubuk kunyit 1-2 kali sehari.
  • Meneteskan minyak wijen atau minyak kelapa ke kedua lubang hidung di pagi dan sore hari.
  • Berkumur menggunakan 1 sendok minyak wijen atau minyak kelapa 2-3 menit dan membuangnya. Bilas rongga mulut dengan berkumur menggunakan air hangat.
  • Pada saat batuk atau tenggorokan kering: Lakukan terapi uap mengunakan daun Mint dan Ajwain 1 kali sehari, campur bubuk cengkeh dengan madu konsumsi 2-3 kali sehari. Konsultasi ke dokter apabila keluhan tidak mereda.

Lebih jauh, Ministry of AYUSH mengeluarkan “National Clinical Management Protocol Based on Ayurveda dan Yoga for Management of COVID-19” sebagai langkah pencegahan dan penanganan kasus pandemi COVID-19 di India. Penggunaan obat-obatan dan terapi Āyurveda juga Yoga dijelaskan secara terperinci dan bisa dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Āyurveda juga masyarakat umum.

  • Panduan Āyurveda untuk manajemen COVID-19 secara umum
    • Melaksanakan anjuran jaga jarak, menjaga kehigienisan tangan dan organ pernafasan, memakai masker.
    • Berkumur dengan air hangat yang ditambah sejumput bubuk kunyit dan garam. Air direbus dengan Triphala (buah Emblica officinalis, Terminalia chebula dan Terminalia bellerica yang dikeringkan) atau Yaṣṭimadhu (Glycyrrhiza glabra) juga bisa digunakan untuk berkumur.
    • Meneteskan minyak obat ke dalam lubang hidung. Bisa menggunakan Anu taila, Ṣadbindu Taila, minyak wijen, minyak kelapa atau Go Ghrita. Diteteskan 1-2 kali sehari sebelum pergi ke luar rumah dan setelah kembali ke rumah.
    • Menghirup uap air yang dicampur dengan Ajwain (Tracyspermum ammi), Pudina (Mentha spicata) atau minyak Eucalyptus sehari sekali.
    • Tidur cukup 6-8 jam sehari dan olahraga secara rutin.
  • Diet dan makanan yang baik untuk dikonsumsi:
    • Minum hangat-hangat air yang direbus dengan jahe, ketumbar, daun Basil, jinten.
    • Makan makanan yang hangat, segar dan seimbang gizinya.
    • Minum Golden Milk yang terbuat dari 150 ml susu sapi segar direbus dengan setengah sendok teh bubuk kunyit saat malam hari.
  • Protokol Yoga untuk pencegahan of COVID-19 yang bertujuan untuk meningkatkan sistem pernafasan dan kerja juga kapasitas paru-paru, mengurangi stress dan anxiety, meningkatkan Mucociliary Clearance (sistem pertahanan utama saluran pernafasan).
    • Yoga Asana (Latihan fisik): Tāḍasana, Siṃhāsana, Ardha Cakrāsana, Trikoṇāsana, Ardha Ushtrāsana dan lain-lain.
    • Kriyā Yoga  (Pembersihan organ dalam): Vāta Neti, Jāla Neti, Kapālabhāti.
    • Prāṇāyāma (Latihan pernafasan): Nāḍi Shodana, Sūrya Bhedana, Ujjāyī, Bhramari.

Kesimpulan

Āyurveda memiliki konsep untuk mencegah dan menangani pandemi seperti COVID-19. Dalam menghadapi COVID-19, metode yang digunakan dalam Āyurveda bukan hanya melakukan pencegahan tetapi juga mengurangi dan menyembuhkan gejala yang diderita baik secara fisik dan mental. Pengetahuan tentang pandemi dalam Āyurveda bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari dan bisa dikolaborasikan dengan pengobatan modern untuk penyembuhannya.

Referensi

Dash, Bhagwan dan R.K. Sharma. 2013. Agniveśa’s Caraka Saṃhitā (Text with English Translation and Critical Exposition Based on Cakrapāṇi Datta’s Āyurveda Dīpikā). Varanasi: Chowkhamba Sanskrit Series Office.

Ministry of AYUSH. 2020. Ayurveda’s Immunity Boosting Measures for Self Care during COVID-19 Crisis. Tersedia di https://ayush.gov.in dan diakses pada tanggal 28 Desember 2020.

Ministry of AYUSH. 2020. National Clinical Management Protocol Based on Ayurveda dan Yoga for Management of Covid-19. Tersedia di https://ayush.gov.in dan diakses pada tanggal 28 Desember 2020.

Murthy, K. R. Srikantha. 2010. Illustrated Suśruta Saṃhitā. Varanasi: Chaukhambha Orientalia.

Pandemi (Def. 1) (n.d). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. Diakses melalui https://kbbi.web.id/pandemi.html, 28 Desember 2020.

Samal, Janmejaya. (2016). Fundamental tenets of Epidemiology in Ayurveda and their contemporary relevance. Indian Journal of Health Sciences and Biomedical Research KLEU. Volume 9. Halaman 20-26. Tersedia  di https://wwwijournals.org/article.asp?issn=25426214;year=2016;volume=9;issue=1;spage=20;epage=26;aulast=Samal dan diakses pada tanggal 28 Desember 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *